Tuesday, September 20, 2011

RINDU ARDUL KINANAH



Meski kita tidak pernah bersua

Meski kita tidak pernah ta'arufan

Meski aku tidak pernah tahu bagaimana rupamu

Meski aku tidak pernah tahu seperti apa dan bagaimana keadaanmu

Meski aku tidak pernah merasai panasnya nafasmu

Meski aku tidak pernah merasai segarnya angin yang kau bisikkan


Namun cinta itu ku rasakan makin membugar

Cintaku pada mu yang telah lama ku bajai kian memekar

Semakin hari semakin menguntum segar

Rindu yang sering bertandang membarakan cinta

Membuatkan jiwa benar-benar gelisah

Tak tertahan rasanya menanggung kerinduan yang mengepung jiwa

Kerinduan yang sekian lama ku pendam kejap di lubuk atma

Rasa mahu saja terus ke jantungmu

Mahu segera ketemu denganmu


Ikhlas, cinta itu memang pelik

Walau ku tahu dikau bukanlah yang terbaik antara yang lain layak kupuja

Engkau bukan apa-apa kalau dibanding dengan yang lainnya

Tapi engkaulah yang ku dambakan sedari usia remajaku

Dendam rindu yang tersimpan lama tidak dapat ku sembunyikan lagi

Semakin lama, semakin menyesakkan jiwa

Belum masanya lagi Allah mengizinkan aku bersatu dalam udaramu


Ku pujuk hati dengan sabar dan doa

Ku mohon dipercepatkan pertemuan kita

Ku tunggu saat bersua denganmu

Ku harap agar diizinkanNya

Melihat dan merasai hidup bersamamu

Walau seketika cuma


Wahai Kota Seribu Menara

Wahai Bumi Cinta Asyik Maksyuk

Wahai Bumi Para Anbiya`

Wahai Bumi Air Mata Musa dan Fir’aun

Wahai Bumi Barakah

Wahai ARDHUL KINANAH!

~~~~~ ** ~~~~~


~ Ainulyaqin ~

Jumaat, 15.04.2011

Taman Mutiara, Melaka

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...