Wednesday, February 24, 2010

KELANTAN MENURUT BUDAYAWAN MUDA INDONESIA

KELANTAN MENURUT BUDAYAWAN MUDA INDONESIA HABIBURRAHMAN EL-SHIRAZY

Siang itu,14hb. Februari, 2010, saya mendarat di Bandara Kota Bharu, Negeri Kelantan. Saya datang ke Kelantan atas undangan Departemen Penerangan Kerajaan Negeri Kelantan, sebagai pembicara ahli dalam acara talkshow berjudul, Selebriti Sebagai Ikon Masyarakat dalam momen Festival Hiburan Islami.

Juga diundang untuk memberi kuliah umum di Masjid Kerajaan. Tiba di bandara panitia sudah datang menjemput. Mereka terdiri dua orang gadis dan dua orang lelaki. Ramah dan baik. Saya langsung diajak untuk menemui tokoh paling dihormati di Negeri Kelantan, yaitu seorang ulama kharismatik yang juga menjabat sebagai Menteri Besar Kerajaan Negeri Kelantan, yaitu Tuan Guru Dato’ Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat.

Di rumah dinas, tempat Menteri Besar biasa menerima tamu, para wartawan dari media cetak dan elektonik telah menunggu.Ternyata di sana sudah datang terlebih dahulu seorang artis dan penyanyi terkemuka Malaysia yang kini setia mengenalkan jilbab, yaitu Wardina Shafiyyah. Tuan Guru Nik Abdul Aziz menyambut dengan senyum yang mengembang.

Kharismanya sebagai seorang ulama tampak jelas. Sayangnya beliau tidak bisa berlama-lama menemani. Sebab saya datang memang terlambat. Saya sampai di Kota Bharu pukul 12 siang lebih, yang semestinya dijadwalkan pukul 11 siang. Penyebab keterlambatan itu adalah pesawat Malaysian Air Lines yang tidak tepat waktu. Semestinya terbang dari KLIA ke Kota Bharu pukul 10.00 ternyata baru terbang pukul 11.20. Saya dijadwalkan bertemu dan berbincang dengan Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz pukul 11.00, dan beliau ternyata sudah menunggu sejak pukul sebelas.

Beliau pun masih setia menunggu sampai saya datang. Hanya saja tidak bisa berlama-lama menemani, sebab ada tamu lain yang juga harus beliau temui. Sementara beliau menemui tamu yang lain, saya yang baru datang diminta untuk menyantap hidangan makan siang bersama Wardina Shafiyyah dan suaminya. Sebelum makan siang, para wartawan minta konferensi pers. Banyak pertanyaan yang diajukan seputar perkembangan perfilman di Indonesia.

Ada juga yang bertanya tentang proses pembuatan film berkarakter seperti Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat Ayat Cinta. Saya sempat menunggu-nunggu adakah wartawan yang akan menanyakan hal berkaitan dengan Manohara. Sebab saya sedang berada di tempat Manohara pernah membuat kisah yang banyak mendapat perhatian di Indonesia. Ternyata tidak ada satu pun yang menyinggung masalah itu. Semuanya fokus menanyakan segala hal yang berkaitan dengan seluk beluk perfilman dan sastra.

Adzan dhuhur berkumandang, Menteri Besar mengajak shalat berjamaah. Saya tidak ikut karena ada bagian dari pakaian saya yang kotor, saya memilih untuk menjama’ shalat dengan jama’ ta`khir. Selesai shalat berjamaah Menteri Besar kembali menemui saya. Kami berbincang- bincang sebentar. Lalu bagian dokumentasi Kerajaan Negeri Kelantan meminta saya berfoto bersama Menteri Besar Tuan Guru Nik Abdul Aziz.

Setelah itu panitia mengajak saya langsung ke acara inti yaitu talk show di KB Mall Kota Bharu Kelantan. Panitia memberi tahu pengunjung telah membludak. Saya meminta pengertian panitia untuk membawa saya ke hotel dulu. Sebab saya baru tiba dari bandara, saya perlu cuci muka dang anti pakaian.

Sebenarnya sejak awal saya ingin ke hotel dulu dan berpakaian lebih rapi ketika bertemu dengan Tuan Guru Nik Abdul Aziz. Tetapi waktu tidak memungkinkan, Tuan Guru sudah lama menunggu. Akhirnya saya ikut saja. Maka ketika saya diajak langsung ke KB Mall, saya minta pengertian panitia. Dan mereka setuju. Saya dibawa ke Kelantan Trade Centre untuk membersihkan badan dan ganti pakaian. Acara talk show di KB Mall berjalan hangat. Pengunjung membludak.

Yang unik adalah background panggung dan hiasan Mall seratus persen bernuansa China. Karena hari itu memang bertepatan tahun baru China. Akan tetapi acara sesungguhnya adalah Festival Hari Hiburan Islam. Dalam acara itu tampak jelas kerinduan masyarakat Malaysia akan hadirnya film-film Islami di Malaysia. Masyarakat Malaysia mengakui dalam hal kreatifitas pembuatan film Islami pun Malaysia masih tertinggal beberapa langkah dari Indonesia.

Mereka takjub dengan yang terjadi di Indonesia.Mereka merindukan adanya audisi pemilihan bintang film yang bermoral seperti yang dilakukan di Indonesia melalui film Ketika Cinta Bertasbih. Hari berikutnya, saya menyempatkan diri melihat rumah kediaman Menteri Besar sederhana dan paling bersih di Malaysia. Saya memang ingin melihat langsung seperti apa rumah tokoh besar yang namanya tercatat dalam 50 tokoh Islam berpengaruh didunia dan dimuat dalam buku berjudul ”The 500 Most Influential Muslims” yang dieditori oleh Prof. John L Esposito dan Prof Ibrahim Kalin.

Rumah Menteri Besar Nik Abdul Aziz memang biasa saja, sama dengan umumnya rakyat Malaysia. Rumah itu ada di samping masjid, berada di komplek lembaga pendidikan yang didirikannya. Tak ada penjaga. Tak ada protokoler. Tak ada polisi yang tampak. Benar-benar biasa.

Siapa pun bisa menemui Menteri BEsar ini jika beliau ada di rumah. Siang itu beliau tidak ada di rumah. Saya memang tidak membuat janji untuk itu. Saya ditemui salah satu putra beliau yang juga bersahaja. Dari cerita orang-orang Kelantan, ternyata Menteri Besar Dato` Nik Abdul Aziz dikenal orang yang sangat dekat dengan segala lapisan masyarakat. Ada kebiasaan unik yang dilakukan pemimpin paling kharismatik di Malaysia ini.

Setiap hari Jumàt, tepatnya setelah shalat shubuh, Menteri Besar yang juga ulama besar ini selalu menyediakan diri menjadi tukang cukur bagi rakyatnya. Maka tak heran, jika setiap hari Jumàt, masyarakat berdatangan shalat shubuh di masjid beliau, dan beliau yang menjadi imam shalat. Selesai shalat shubuh puluhan orang bersiap diri untuk dicukur rambutnya oleh beliau. Dan beliau melakukan hal itu dengan penuh rasa sayang pada rakyatnya.

Kebiasaan beliau yang lain. Selama ada di kantornya,jika bukan untuk urusan Negara maka beliau akan mematikan semua fasilitas yang ada di sana. Misalnya jika dia harus shalat pada waktu malam, karena shalat adalah urusan pribadi dan bukan urusan Negara, dia mematikan lampu dan AC yang ada di ruangannya. Kepribadian ini mengingatkan pada kepribadian Umar bin Abdul Aziz.

Tak heran jika Dato` Nik Abdul Aziz ini,pada tahun 1998 dinobatkan oleh Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) sebagai Menteri Besar - kalau di Indonesia sepadan dengan gubernur - yang memiliki reputasi paling bersih di Malaysia. Anugerah itu diberikan sebagai penghargaan atas usaha beliau menentang gejala bentuk suap dan korupsi selama memerintah Negeri Kelantan selama hampir 18 tahun.

Tiga hari saya berada di Malaysia, dan saya menjumpai betapa cintanya penduduk Kelantan pada Tuan Guru mereka, kepada ulama mereka yang juga menjadi Menteri Besar mereka. Ada kalimat Tuan Guru Dato` Haji Nik Abdul Aziz yang diingat selalu oleh rakyatnya, yaitu, ”Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menyatukan hati banyak orang. Bukan pemimpin yang hanya mampu menggunakan kekuasaannya untuk membatasi ini dan itu.”

Selama tiga hari juga,saya masih penasaran kenapa tidak satu orang pun yang menyinggung Manohara. Akhirnya pada suatu jamuan makan bersama beberapa panita, salah seorang dari mereka menanyakan kasus Manohara. Dia bertanya, apakah citra Kelantan sedemikian buruk di Indonesia. Saya jawab,mungkin iya. Tampak dia agak sedih.

Saya lalu balik bertanya sebenarnya bagaimana masyarakat Kelantan memandang kasus Manohara? Orang itu menjawab, mayoritas masyakarat Kelantan tidak tahu menahu tentang kasus Manohara. Tidak ada beritanya sama sekali di Kelantan. Dan itu juga bukan urusan pihak Kerajaan Negeri Kelantan, tetapi itu urusan dalam rumah tangga Istana Raja. Dia sendiri memandang tidak ada yang bisa dibenarkan dalam kasus Manohara. Menurut dia kedua-duanya salah. Dia berkata, ”Mereka bertemu secara tidak baik-baik, dan berpisah juga dengan tidak baik-baik.

Itu masalah dua anak kecil yang tidak baik, tetapi disangkut-pautkan dengan negara.’ Paling tidak mendengar hal itu, saya telah mengetahui satu sudut pandang masyarakat Kelantan tentang kasus itu. Kenyataan yang saya temui, masyarakat awam Melayu Kelantan sangat menghargai bangsa Indonesia. Dan masih mengakui Indonesia sebagai bangsa besar.

Seorang di antara mereka dengan jujur mengatakan kepada saya, ”Indonesia adalah ikon Islam di Asia Tenggara. Jika Indonesia tegak, maka umat Islam di Asia Tenggara termasuk Malaysia tegak. Jika Indonesia runtuh yang lain juga akan runtuh.”

Habiburrahman El Shirazy

Budayawan Muda, Penulis Novel Ketika Cinta Bertasbih

Wednesday, October 28, 2009

AYAT-AYAT CINTA vs KETIKA CINTA BERTASBIH


Selepas terpukau dengan bait-bait indah dalam Ayat-ayat Cinta, kini saya merasakan pula dipukul hebat dek badai Ketika Cinta Bertasbih. Badai yang mula menghempas dada hidup. Setiap hari saya diuliti dengan alunan merdunya puisi-puisi cinta yang asyik mengalunkan tasbih, dibayangi indah perjalanan cinta Anna dan Azzam dalam KCB. Mahu saja saya segera terbang ke Ardhul Kinanah sana, agar bisa berkongsi dan merasa terus keberkahan bumi Anbiya` ini...


Pinjaman sifat tabah dan cekal penulis pada watak-watak ciptaannya tidak sedikit pun mengurangkan rasa kagum saya pada ketabahan serta kecekalan penulisnya sendiri, yang tidak lain adalah Kang Abik. Bahkan ianya membuatkan saya lebih-lebih lagi merasa kagum dan hormat pada penulisnya. Sentuhan Habiburrahman El-Syirazi benar-benar luar biasa dan mampu menjentik mana-mana juga jiwa yang menghayatinya lewat novel atau filem.


Garapan mantap sutradara bapa Chaerul Umam juga mampu membuatkan filem ini hidup dengan nafasnya yang tersendiri. Bernafas lembut dengan iringan tasbih cinta padaNya. Hati tidak lalai walau intinya banyak berkisar tentang cinta. Saya jadi mula insaf dengan takdir yang memang telah ditentukan oleh Allah s.w.t atas setiap hambanya. Saya jadi malu sendiri bila cuba membandingkan diri saya dengan nama-nama seperti Anna Althafunnisa`, Cut Mala, Tiara, Masyitah, Husna dan banyak lagi nama lain. Memang saya akui itu adalah hanya watak rekaan semata-mata untuk menghidupkan cerita, tapi apa salahnya kalau kita memandangnya pada sudut yang positif dan menilainya dengan diri kita buat ingatan dan muhasabah untuk hari ke depan.


Saya tidak sesekali menafikan bahawa memang ada orang yang takdirnya sebegitu, seperti yang terkarang oleh Kang Abik. Saya juga terkadang merasakan imbasan diri saya seakan ada dalam watak-watak cerita ini. Kekadang saya merasakan saya seperti Azzam, bila mana terpaksa berjuang sendirian meneruskan pengajian, ketika semua sahabat-sahabat yang seangkatan dengan saya telah lama melangkah ke alam pekerjaan. Saya terpaksa bekerja seadanya yang memang tidak selayaknya pun dengan ijazah yang saya ada, semata-mata untuk menampung dan meneruskan kehidupan saya sewaktu belajar, biarpun kehidupan saya tidaklah sesusah kehidupan Azzam. Saya juga memekakkan telinga sewaktu semua orang memarahi saya kerana masih mahu meneruskan pengajian sedang umur sudah meningkat. Perihalnya sama seperti Azzam yang memekakkan telinganya saat semua orang memarahinya kerana kuliah terlalu lama.


Kadang saya juga merasakan diri sama seperti Anna yang terpaksa bertungkus lumus, bekerja keras untuk menamatkan pengajian MA saya. Ke hulu ke hilir sendirian mencari bahan-bahan dan berjuang menyiapkan tesis. Alhamdulillah dengan berkat kesungguhan, saya dapat menamatkan kuliah seawal yang mungkin tanpa banyak gangguan-gangguan yang berat yang tak mampu saya tangani.


Pada keadaan yang lain, saya merasakan betul-betul berada pada posisi Fadhil dan Fadhil juga berada pada posisi saya. Menyatu dalam beberapa perkara yang melibatkan cinta dan perasaan. Lebih daripada itu, kisah Tiara juga berpusing di sekeliling saya sewaktu berperang membuat keputusan terbaik untuk diri saat ditaqdim dalam tempoh yang singkat oleh seseorang yang tidak dikenali sama sekali.


Menilai semua ini, maka jelas bagaimana mampu saya menolak segala badai ini, jika semuanya banyak menyentuh diari kehidupan saya. Saya juga cukup tersentuh dengan lagu-lagu yang dicipta khusus untuk memenuhi jalan-jalan cerita dalam filem KCB ini. Tuhan berikan Aku cinta, Menanti cinta dan Ketika Cinta Bertasbih sendiri mengungkap seribu rasa yang terpendam selama ini. Olahannya biasa, namun karib dengan kehidupan kebanyakan orang. Sekalung tahniah buat Kang Abik, bapa Chaerul Umam dan semua yang terlibat dalam memartabatkan perjuangan dakwah melalui mata pena dan juga saluran media.


AY: Moga saya juga dianugerahkan Allah bakat, masa, ruang dan peluang yang sama seperti Kang Abik...

Sunday, September 13, 2009

UMUR vs JODOH

UMUR vs JODOH

Setelah sekian lama saya meninggalkan rutin untuk menulis sesuatu di laman maya ni, tiba-tiba hari ini terdetik di hati untuk mula melakar dan mewarnainya kembali. Memang selalunya pun sebeginilah azam saya, tapi bila satu demi satu kekangan yang datang menimpa-nimpa, maka laman ini akan mula suram kembali. Walaupun sekian lama suram tanpa bingkisan daripada saya, namun ia tetap hidup dengan sokongan daripada semua pengunjung yang masih sudi singgah menjengah seketika. Ramai juga yang sempat tinggalkan komen dekat chat room dan mintak untuk diupdatekan. Sedikit sebanyak ia mampu membangkitkan hamasah saya.


Saya mulakan bicara untuk saat ini tentang satu kisah yang berlaku pada saya beberapa hari yang lepas. Kisah tentang umur ‘vs’ jodoh. Satu petang selepas balik dari kerja, saya saja sembang-sembang dengan makcik-makcik sebelah rumah. Saja nak hilangkan tension, release ngan makcik-makcik ni syok juga, kita rasa macam kita ni sebahagian daripada anggota masyarakat. Baru dapat rasa kebersamaan dalam masyarakat. Tahu apa masalah yang berlaku dalam kalangan kita. Tapi tak adalah dengan niat menghangatkan port umpat-mengumpat seperti sebiasanya.


Dalam sembang-sembang datanglah 2 orang budak yang membonceng motosikal, budak remaja, sorang budak lelaki dan sorang lagi budak perempuan. Couple ni, agak saya. Sah tekaan saya, makcik 1 mula bersuara “tengok budak pompuan tu, sedara pakcik tu, datang tu nak menjemput pakcik ke majlis hari jadi dia malam ni, entahlah budak-budak sekarang ni, umur baru setahun jagung, baru 16 tahun, dah ada pakwe, membonceng sana, membonceng sini”. Wah marah betul makcik tu, saya senyum jer. Makcik 2 pula menambah “abis, bapaknya tak marah, tak halang, biar jer anak dia macam tu, nak cakap apa?”. Saya yang dari tadi membatu mula menyampuk “budak-budak sekarang memang macam tu, kat mana-mana pun sama jer, dah jadi budaya dah”. Wah tanpa sedar saya dah jadi ahli mesyuarat pagar secara tak rasmi.


Saya menarik nafas, mula mengalih topik sedikit, malas ambik pusing pasal budak tu lagi, meluat juga saya dibuatnya. Saya mula membuka bicara “saya ni dah umur 27 tahun, tak ada pun lagi pakwe-pakwe ni, diorang ni memang advance”. Sehabis jer cakap saya, makcik 2 mula menambah “alahai, awak baru 27, muda lagi, makcik ni dah 60 tahun lebih, masih tak jumpa-jumpa lagi pakwe” sambil tergelak-gelak dia memberitahu saya. Alamak, saya tersipu-sipu, salah cakap ke saya tadi? Belum hilang malu saya, makcik 1 menyampuk “makcik dulu, umur 30 lebih, dekat-dekat 40 baru jumpa dengan pakcik tau. Jangan risau, nanti sampai masa, adalah tu jodoh kita”. Alahai, lagi panas saya rasa. Terkena pulak saya petang ni. Saya senyum jer, tak mampu nak menjawab lagi, tapi dalam hati berbisik juga ‘ish, tak nak lah saya dah nak umur 40 baru nak kawin, dah tua’.


Apa yang nak diceritakan, peristiwa petang tu benar-benar memberi kesan pada saya, membuatkan saya mula berfikir secara kritis tentang ketentuan dan tadir yang memang telah ditetapkan untuk setiap hamba Allah. Saya begitu tertekan dengan orang di sekeliling saya yang sudah mengorak langkah jauh ke depan, dan pikiran saya hanya berlegar di sekitar mereka saja. Biasalah bila umur dah meningkat, kawan-kawan sekeliling pun dah kawin, dah beranak pinak, sedang kita masih utuh memegang gelaran ‘solo’ maka mulalah macam-macam perasaan mula bersarang dalam jiwa. Saya mula lupa betapa ramai lagi di luar sana yang nasibnya lebih teruk dari saya. Saya mula buta tentang itu. Astaghfirullahaladzim..Maha Suci Allah yang telah menegur saya dengan cara yang penuh Hikmah. Insaf sungguh, betapa kerdilnya diri ini, hilang dalam nikmat sementara, lupa akan janji yang dibuat setiap hari untuk hidup hanya untukNya... ‘Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Sekalian Alam’.......


AY : Ya Allah, aku tak luput dari dosa, pegangilah aku, tuntunilah hatiku...


Wednesday, July 15, 2009

Ya Allah..Hanya padaMu aku memohon


Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan pemilik `Arasy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan yang Pencipta dan Penguasa langit dan bumi dan Tuhan pemilik `Arasy yang mulia. Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri, tiada Tuhan selain Engkau; dengan rahmatMu, aku memohon pertolongan.

Ya Allah, hanya rahmatMu yang kuharapkan, maka janganlah Engkau biarkan diriku terlepas dari kasih-sayangMu sekelip mata pun dan perbaikilah selalu keadaanku, tiada Tuhan selain Engkau.

Aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri sendiri; dan aku bertaubat kepadaNya.

Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang telah berbuat zalim.

Ya Allah, sesungguh aku adalah hambaMu dan anak dari hamba lelaki dan hamba perempuanMu. Hidupku dan matiku di tanganMu. Telah berlalu qadhaMu padaku dan sungguh adil hukuman yang Engkau putuskan terhadapku. Aku memohon kepadaMu dengan semua nama yang Engkau miliki, yang dengannya Engkau namakan diriMu sendiri, yang Engkau cantumkan dalam kitabMu, yang telah Engkau ajarkan kepada seseorang di antara makhlukMu (NabiMu), atau dengan semua namaMu yang masih tersimpan dalam pengetahuan ghaib yang ada di sisiMu, agar kiranya Engkau berkenan menjadikan al-Quran sesuatu yang rimbun dalam hatiku, cahaya dadaku, penglipur kesedihanku dan pengusir kecemasanku.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepadaMu dari kecemasan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kekikiran dan sifat penakut, dan dari bebanan hutang dan tekanan orang-orang (jahat).

A.Y : Cukuplah Allah sebagai pelindung dan Dia adalah sebaik-baik pelindung...

Thursday, April 30, 2009

Rahsia Kejayaan

TALKSHOW SEPAGI RAHSIA KEJAYAAN BERSAMA
ADIK NIK NUR MADIHAH BINTI NIK MOHD KAMAL,
PELAJAR CEMERLANG SPM 2008 (20A)

AY : Insaf...insaf dan insaf...

Thursday, October 16, 2008

Ayat-ayat Cinta


Sebenarnya dah lama saya menyimpan hajat untuk bercerita tentang satu kisah. Kisah tentang cinta, kisah tentang ketabahan hati dalam meraih cinta, kisah dalam ayat-ayat cinta. Saya telah berjaya mendapatkan dan mengusaikan bacaan novel ayat-ayat cinta pada Julai 2007. Namun tak berkesempatan untuk mengulas sinopsis dan kelebihan serta kekuatan novel ini pada pandang sisi saya.

Setelah lama waktu berlalu, hasrat ni terkubur macam tu je. Namun dalam bulan Julai 2008 yang lalu, ada kawan bagi cd filem ayat-ayat cinta pula kat saya. Lepas jer nonton, terus rasa membuak-buak jiwa ni untuk menulis sesuatu tentang kisah ni yang majoritinya digila-gilakan oleh teman sekuliah waktu tu.

Dalam mencari-cari dan menggelintar enjin youtube, terjumpalah plak komen penulisnya tentang filem ni. Syok pula dengar kegigihan pak ustaz dalam memperjuangkan dakwah melalui mata pena ni. Nampak-nampak secara kasar dan luarannya tu dah berjaya dah dakwahnya. Nilai-nilai keislaman yang diketengahkan dalam ayat-ayat cinta dah dapat diterima dan meresap dalam qalbu peminatnya. Daripada pemerhatian saya, peminat cerita ni tergolong daripada pelbagai peringkat umur, kelas dan latar belakang sosial. Bermula daripada pelajar peringkat menengah dan universiti, orang dewasa, ahli akademik, profesional, sasterawan dan pelbagai lagi.

Namun sekali lagi dek terbeban dengan tugasan harian yang begitu mengejar dan mendesak, hasrat untuk mengomel tentang ayat-ayat cinta sekali lagi terkubur. Sampailah akhirnya filem ni ditayangkan kat tv sempena hari raya aidilfitri yang lalu. Saya ingat lagi tarikhnya, 10 Oktober. Macamana boleh tak ingat, tiap-tiap hari saya dan adik-adik dok menghitung hari untuk tonton citer ni. Masih tak puas walaupun dah tengok cd sebelum ni, dan dah save dah pun dalam 1 folder special kat komputer riba.

Bila balik kat ofis lepas raya, meluap-luap lagilah hasrat saya yang masih terbengkalai tu bila asyik dengar kawan-kawan dok bercerita pasal citer ni. Saya memasang telinga dari jauh je, tiap butir bicara yang keluar daripada mulut diorang saya iringi dengan senyuman penuh makna. Diorang takkan faham, hanya saya jer yang mengerti..hehehe.

Lebih daripada tu, apa yang saya tengok semua kawan-kawan yang terkena pukauan ayat-ayat cinta ni dok sibuk pakai ring tone ayat-ayat cinta untuk handset diorang, buat wallpaper untuk desktop diorang, jadikan lagu latar untuk blog, friendster, tagged dan banyak lagi lah. Kadang-kadang nak tergelak plak saya bila mengenangkannya balik. Saya yang dah rasa macam terkena gak pukauan ayat-ayat cinta ni pun tak adalah sampai macam tu sekali.

Apa-apa pun akhir sekali saya nak ucapkan tahniah lah banyak-banyak untuk Kang Abik dan pengarah filem ini yang berjaya menyentuh jiwa peminat semua baik di Indonesia, Malaysia atau mana-mana jugalah. Bagi semua pejuang-pejuang dakwah melalui mata pena, teruskan perjuang kalian, jangan sesekali meletakkan tanda noktah pada perjuangan ini.

Alhamdulillah juga, akhirnya saya dapat bercerita sedikit sebanyak tentang ayat-ayat cinta. Walaupun belum bercerita tentang ayat-ayat cinta sepenuhnya, tapi oklah juga dapat bercerita tentang kisah di sebalik ayat-ayat cinta.


AY : Kalaulah saya dapat ikut jejak Kang Abik, kan bagus…….

Selamat Hari Raya Aidilfitri



Selamat Hari Raya Aidifitri 1429 Hijrah buat semua sahabat-sahabat yang mengenali diri saya tak kira di mana berada. Khusus juga buat sahabat-sahabat seperjuangan dalam Majlis Mantan Perdana (MMP) serta EXCO Pedana UKM 2008. Berbanyak-banyak kemaafan dipohon atas keuzuran menghadirkan diri pada Majlis Sambutan Hari Raya MMP pada hari raya yang lepas. Apa pun...tahniah diucapkan buat semua kerana masih setia bersama MMP dan sedaya upaya berusaha untuk terus mengekalkan ukhuwwah yang terbina ini. Pada kesempatan ni juga saya ucapkan tahniah pada Ustaz Azwar dan isteri beliau Kak Ani atas kelahiran baby baru....


AY : Kenangan semalam bersama kalian tetap segar di memori....

Tuesday, October 14, 2008

Selamat Pengantin Baru....


Tahniah buat sahabat seperjuangan Ustaz Muhammad Luqman bin Makhtar yang baru mendirikan istana bahagia bersama pilihan hatinya Saaidah binti Abdul Jamil, pada 3 Oktober 2008 yang lalu.......
AY : Kapanlah giliran daku akan menjelma.....

Takziah


Ucapan Takziah buat semua keluarga, saudara dan sahabat handai kepada Farah Izzati binti Abdul Rahman, pelajar part 4 Sijil Teknologi Maklumat Kolej Komuniti Hulu Langat atas pemergian Allahyarhamah menemui Rabbul Alamin pada hari Ahad, sekitar jam 4.30@5.00 petang. Semoga Rohnya di tempatkan bersama-sama para salihin dan siddiqin. Al-Fatihah...


AY : Benarlah....... DaripadaNya kita datang, kepadaNya kita kembali.....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...